Olahraga

Sport Climbing Asian Games 2018

Asian Games 2018 merupakan kejuaraan olahraga yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Hal dibuktikan dengan antusiasme masyarakat dalam mendukung atlet-atlet Indonesia dalam kejuaraan ini.  Ada banyak sekali cabang olahraga yang diperlombakan dalam kejuaraan Asian Games 2018, salah satunya adalah olahraga memanjat atau Sport Climbing.

Sport Climbing yang diselenggarakan dalam kejuaraan Asian Games 2018 termasuk ke dalam jenis Wall Climbing (panjat dinding). Wall Climbing merupakan olahraga yang terisnpirasi dari olahraga panjat tebing. Teknis dari olahraga panjat dinding pun mirip dengan olahraga panjat tebing, yang membedakannya tentulah tempat untuk melakukannya.

Olahraga panjat tebing tentunya dilakukan di alam bebas, di tebing-tebing yang memiliki ketinggian, kemiringan dan medan-medan tertentu. Untuk olahraga panjat dinding, dilakukan di tempat yang memliki dinding yang sudah didesain khusus untuk olahraga panjat dinding. Olahraga panjat dinding ini tentunya lebih aman daripada olahraga panjat tebing.

Sport Climbing merupakan cabang olahraga yang terbilang baru dalam kejuaraan Asian Games, namun sepertinya cukup digemari dalam Asian Games 2018. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penonton yang antusias melihat kejuaraan olahraga memanjat ini di Sport Climbing Arena, Palembang, pada tanggal 23 -27 Agustus 2018.

Negara-negara seperti China, Jepang, Iran, dan Korea mengirimkan beberapaatletnya dalam cabang Sport Climbing ini. Indonesia sendiri mengirimkan 12 atlet terbaiknya dalam cabang Sport Climbing dan menargetkan medali emas dalam kategori-kategori yang ada.

Kategori-kategori yang dipertandingkan dalam Sport Climbing ini adalah sebagai berikut:

  1. Laki-Laki
  • Speed Climbing
  • Combined
  • Speed Relay
  1. Perempuan
  • Speed Climbing
  • Combined
  • Speed Relay

Pada tanggal 23 Agustus 2018, kategori speed climbing untuk laki-laki dan perempuan diselenggarakan. Dalam kategori ini, Indonesia menargetkan meraih 2 medali emas. Namun apa daya, Indonesia hanya mendapat satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu.

Dalam kategori ‘Woman Speed Climbing’, medali emas didapatkan oleh Aries Susanti Rahayu (Indonesia), medali perak didapatkan oleh Puji Lestari (Indonesia) dan perunggu didapatkan oleh He Cuilian (China).

Dalam Kategori ‘Men Speed Cilimbing’ Indonesia hanya mendapatlan satu medali perunggu, yakni didapatkan oleh Aspar. Medali emas didapatkan oleh Reza Alipour (Iran), sedangkan medali perak didapatkan oleh Zhong Qixin (China).

Pada 27 Agustus 2018, kategori speed relay untuk laki-laki dan perempuan diselenggarakan. Indonesia menargetkan mendapat 2 medali emas dalam kategori ini. Dan benar saja, para atlet Indonesia mampu mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbang 2 medali emas dan 1 medali perak.

Dalam kategori ‘Women Speed Relay’, medali emas diraih oleh Tim Indonesia 1 yang beranggotakan Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah dan Puji Lestari. Medali perak diraih Tim China 2, yang beranggotakan Deng Lijuan, Niu Di dan Pan Xuhua. Sedangkan perunggu diraih Tim China 1 yang beranggotakan He Cuilian, Ni Mengwei dan Song Yiling.

Dalam kategori ‘Men Speed Relay’, medali emas diraih oleh Tim Indonesia 2 yang beranggotakan Abu Dzar Yulianto, Muhammad Hinayah dan Rindi Sufriyanto. Medali perak diraih oleh Tim Indonesia 1 yang beranggotakan Aspar, Sabri dan Muhammad Fajri Alfian. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Tim China 2 yang beranggotakan Li Jinxin, Ou Zhiyong dan Liang Rongqi.

Perolehan medali emas dari cabang olahraga memanjat ini menambah perolehan medali yang didapat Indonesia dalam Asian Games menjadi 22 medali emas. Atlet-atlet Sport Cimbing ini telah mengharumkan nama Indonsia dalam Asian Games 2018.