Awalnya Diremehkan, Hijab Jadi Trend Fashion Masa Kini

Awalnya diremehkan, hijab jadi trend fashion masa kini

Berjilbab seringkali dialihkan pada presepsi yang kurang baik seperti ”terlihat tua” atau ”gak stylish” dan banyak kecaman lainnya. Inilah yang jadi alasan banyak wanita ngacir dan ogah buat menutup auratnya, padahal kita tau kalau berjilbab itu hukumnya wajib untuk wanita muslim. Sayangnya, masih banyak wanita yang menutup mata akan hal ini.

Jika kita tengok di era 70-80 an, berjilbab bukanlah hal yang lumrah, bahkan dulu sering terjadi diskriminasi yang membuat pengguna jilbab masih sangat jarang. Apalagi di tahun¬†1980 kelua SK yang menyatakan jika ”penggunaan jilbab dilarang di sekolah negri” Ini apa? Sampai detik ini, saya masih bertanya-tanya apa yang membuat jilbab dulu sangat dikecam. Apa wanita berjilbab membuat suasana gaduh? bikin mata serasa panas dan nyeri? Entahlah.

Untungnya, kita sudah hidup di zaman SK itu telah wafat. Dan yang lebih menariknya lagi adalah, Lifestyle berjilbab dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan pesat, dan menjadi euforia trendy masa kini yang banyak di gandrungi millenial. Ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa pastinya.

Awalnya diremehkan, hijab jadi trend fashion masa kini

Ko bisa begini? kemajuan cara berjilbab yang lebih stylish dan fashionable juga eksplorasi yang lebih beragam, membuat kaum wanita tergerak hati untuk menggunakannya. Tapi bukan berarti berjilbab itu hanya sebatas musiman yang bisa gugur di makan waktu ya, maksudnya dengan adanya pembaharuan seperti ini, pengguna jilbab jadi lebih percaya diri dan gak minder lagi, khususnya buat anak muda.

Kita harus menyadari fakta bahwa, dunia telah berputar dan indonesia sudah berada di tahap era modern, dengan segala sesuatu yang serba nyentrik, termasuk dalam cara berpakaian, karenya kita pun harus ikut menyesuaikan diri. Jika dulu para pengguna jilbab seringkali di nyinyir karena terlihat tua, atau gak stylis dengan dandanannya yang serba gonjreng. Sekarang, kita bisa menangkis fikiran semacam itu. Berjilbab? why not?

Kemajuan cara berjilbab yang makin nyentrik ini pun menjadi hal yang positif menurutku, ini lebih ke transfer pesan ”ayo berjilbab, kamu gak akan kelihatan tua kok” Semakin lama digunakan, makin cinta juga dengan hijabnya, kemungkinan besar akan terus bertahap untuk istiqamah.

Meski di dukung dengan ragam fashion yang ciamik, bukan berarti kamu bisa sesuka hati menggunakannya ya, karena berjilbab pun memiliki adab nya. Kunci berjilbab : jangan menggunakan baju menerawang, gunakan pakaian yang longgar, tidak transfaran dan membuat lekuk tubuh terlihat, dan pastinya menutup rapat bagian sensitif seperti dada.

Terus, saya harus pake gamis dong? Banyaknya ragam pakaian yang keluar di era ini bisa kamu padu padankan untuk mengakali, gak harus loncat pakai gamis untuk yang mau belajar, kamu bisa menggunakan long sweater, atau ragam oufit yang menghasilkan look simple dan chic.

Jangan jadi satu dari wanita pengguna ”jilbob” yang masih mempertontonkan lekukan tubuhnya, masih menipiskan kerudungnya biar rambut yang habis diwarnai jadi kelihatan gitu, atau kerudungnya dicekik mati biar kalung emasnya mengalihkan dunia.

Perjalanan menuju lebih baik, selalu melalui proses dan tahapan tahapan yang gak mudah. Adanya fenomena seperti ini, sebenarnya tuhan lagi kasih kemudahan buat kita untuk berproses memperbaiki diri dengan cara menutup aurat. Bejilbab mungkin bisa membuatmu kehilangan lingkungan gaul, tapi ini jadi salah satu cara untuk mendekatkan diri pada-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *